oleh

Pupuk Kompos: Jenis-jenis & Karakteristik Dalam Membuatnya

Bennisobekti.Com – Pupuk Kompos: Jenis-jenis & Karakteristik Dalam Membuatnya, Assalamualaikum selamat sore sahabat bonsai semuanya, pada sore ini saya ingin memberikan sebuah info mengenai jenis pupuk kompos.

siapa yang tidak tau kompos hayo, pupuk kompos adalah pupuk organik ya yang kali ini saya akan paparkan dengan sepengetahuan saya untuk kalian semuanya, makanya baca samapi habis ya.

Baca juga: Pupuk Kompos: Cara Membuatnya Dengan Sederhana Untuk Bonsai

Jenis & Karakteristik Pupuk Kompos

Pupuk kompos ialah galat satu pupuk organik yang dirancang menggunakan cara menguraikan residu-residu tanaman dan binatang menggunakan bantuan organisme hidup.

Untuk membuat pupuk kompos diperlukan bahan standar berupa material organik serta organisme pengurai. Organisme pengurainya bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme.

Teknologi pengomposan dikembangkan berasal proses penguraian material organik yg terjadi di alam bebas. Terbentuknya humus pada hutan artinya salah satu model pengomposan secara alami.

Prosesnya berjalan sangat lambat, bisa sampai berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. lalu umat manusia memodifikasi proses penguraian material organik tadi. sehingga pengomposan yang dikelola insan bisa dilakukan pada tempo yg lebih singkat.

Pupuk kompos mudah dibuat serta teknologinya sederhana. seluruh orang mampu mengerjakannya, baik buat skala pertanian juga sekadar keperluan pekarangan. Silahkan baca cara menghasilkan kompos buat skala pertanian dan tempat tinggal tangga.

Jenis-Jenis Pupuk Kompos

Pengelompokan jenis-jenis pupuk kompos mampu dicermati asal tiga aspek. Pertama, dicermati dari proses pembuatannya, yaitu ada kompos aerob dan anaerob.

Kedua, dicermati asal dekomposernya, ada kompos yang menggunakan mikroorganisme terdapat jua yang memanfaatkan aktivitas makroorganisme.

Ketiga, ditinjau berasal bentuknya terdapat yang berbentuk padat dan ada pula yg cair. ini dia beberapa contoh berasal jenis-jenis pupuk kompos yang umum digunakan.

1. Pupuk kompos aerob

Pupuk kompos aerob dibuat melalui proses biokimia yg melibatkan oksigen. Bahan standar utama pembuatan pupuk kompos aerob artinya residu tumbuhan, kotoran binatang atau adonan keduanya.

Proses pembuatannya memakan ketika 40-50 hari, buat detail silahkan baca cara menghasilkan kompos. Lamanya waktu dekomposisi tergantung berasal jenis dekomposer serta bahan baku pupuk.

2. Pupuk bokashi

Pupuk bokashi artinya salah satu tipe pupuk kompos anaerob yang paling populer. karakteristik spesial pupuk bokashi terletak pada jenis inokulan yg digunakan sebagai starter-nya, yaitu efektif mikroorganisme (EM4).

Inokulan ini terdiri berasal adonan banyak sekali macam mikroorganisme pilihan yg mampu mendekomposisi bahan organik dengan cepat dan efektif. buat mengetahui cara membuatnya, silahkan baca artikel cara membuat pupuk bokashi.

3. Vermikompos

Vermikompos artinya salah satu produk kompos yang memanfaatkan makroorganisme sebagai pengurai. Makroorganisme yang dipergunakan adalah cacing tanah dari jenis Lumbricus atau jenis lainnya.

Vermikompos dirancang menggunakan cara menyampaikan bahan organik menjadi pakan kepada cacing tanah. Kotoran yang didapatkan cacing tanah inilah yang dinamakan vermikompos. Jenis organisme lain yang mampu digunakan buat membentuk kompos merupakan belatung (maggot black soldier fly).

4. Pupuk organik cair

Pupuk organik cair merupakan pupuk kompos yang dirancang dengan cara pengomposan basah. Prosesnya mampu berlangsung aerob ataupun anaerob.

Pupuk organik cair didesain karena lebih praktis diserap sang tumbuhan. asal beberapa praktek, pupuk organik cair lebih efektif diberikan pada daun dibanding di akar (kecuali pada sistem hidroponik).

Penyemprotan pupuk organik cair di daun harus menggunakan takaran atau takaran yg sempurna. hadiah takaran yg hiperbola akan mengakibatkan kelayuan daun menggunakan cepat. buat mengetahui cara mengolahnya silahkan baca cara membentuk pupuk organik cair.

Ada Juga, Cara membuat pupuk kompos, manfaat kompos, pupuk kompos berasal dari, manfaat pupuk kompos, makalah kompos, kandungan pupuk kompos, pupuk kompos terbuat dari, alat dan bahan pupuk kompos.

Cara membuat pupuk kompos dari daun, harga pupuk kompos, pupuk kompos berasal dari,manfaat pupuk kompos, pupuk kompos cair,

Ciri Pupuk Kompos

Selain menyediakan nutrisi bagi tumbuhan, pupuk kompos bekerja menggunakan cara memperbaiki struktur fisik, kimia serta hayati tanah.

Secara fisik, kompos mempertinggi kemampuan tanah buat menyimpan air sebagai cadangan pada waktu kekeringan. Kompos pula menghasilkan tanah sebagai gembur dan cocok menjadi media tumbuh akar tumbuhan.

ada tanah tipe pasir sekalipun, material kompos bermanfaat menjadi perekat sebagai akibatnya tanah sebagai lebih solid. Sedangkan pada tanah liat atau tanah lempung, kompos berfungsi menggemburkan tanah agar tidak terlalu solid.

Secara kimiawi, pupuk kompos bisa menaikkan kapasitas tukar kation pada tanah. sebab semakin banyak kandungan organik dalam tanah, semakin baik kapasitas tukar kationnya. Kapasitas tukar kation berfungsi melepaskan unsur-unsur penting agar mampu diserap menggunakan mudah sang tumbuhan.

Secara hayati, pupuk kompos merupakan media yg baik bagi organisme tanah buat berkembang biak. Baik itu dari jenis mikroorganisme juga satwa tanah lainnya. aktivitas mikroorganisme serta satwa tanah akan memperkaya tanah dengan zat hara penting bagi tanaman.

Baca juga:

Pupuk Kompos Yang Baik

(1) Baunya sama menggunakan tanah, tidak berbau busuk,

(2) rona coklat kehitaman, berbentuk butiran gembur seperti tanah,

(3) Bila dimasukkan ke pada air seluruhnya tenggelam, dan air tetap jernih tidak berubah warna,

(4) Jika diaplikasikan di tanah tak memicu tumbuhnya gulma.

a. Proses pembentukan kompos

Material organik jenis apapun secara alami akan mengalami pelapukan dan penguraian oleh ratusan jenis mikroorganisme (bakteri, jamur, ragi) serta satwa tanah lainnya. Proses penguraiannya berjalan dengan reaksi aerob serta anaerob silih berganti.

Pada proses aerob, selama proses pengomposan tidak muncul bau busuk dan akan melepaskan energi dalam bentuk panas. Kenaikan suhu dampak panas yg dilepas sangat menguntungkan bagi lingkungan mikroba aerob.

Namun bila panas melebihi 65oC kebanyakan mikroba akan mati serta proses pengomposan berjalan lambat. sehingga perlu penurunan suhu menggunakan cara diaduk atau dibalik.

Proses anaerob reaksi berlangsung secara sedikit demi sedikit. termin pertama, beberapa jenis bakteri fakultatif akan menguraikan bahan organik menjadi asam lemak.

Kemudian diikuti tahap ke 2, dimana gerombolan mikroba lain akan mengubah asam lemak sebagai amoniak, metan, karbondioksida dan hidrogen. Panas yg didapatkan pada proses anaerobik lebih rendah dibanding aerobik.

Secara awam tahapan pengomposan dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama merupakan dekomposisi bahan organik yang simpel terurai, membuat panas yg tinggi serta berlangsung singkat.

Kemudian diikuti fase kedua yaitu penguraian bahan organik yang sulit terurai. ke 2 fase tersebut membuat kompos segar. lalu fase ketiga berupa pematangan kompos menjadi ikatan komplek lempung-humus yg hasilnya berupa kompos matang. Cirinya, tidak berbau, remah, warna kehitaman, mengandung hara dan mempunyai kemampuan mengikat air.

b. Bahan standar pupuk kompos

Bahan standar kompos bisa diambil berasal sisa -residu tanaman serta atau kotoran binatang. Masing-masing bahan memiliki kandungan unsur-unsur yang tidak sinkron. Unsur-unsur tadi berfungsi sebagai zat hara yang diperlukan tumbuhan.

Sebelum menghasilkan pupuk kompos, usahakan kita mengetahui tujuan pemupukan terlebih dahulu. Kita harus memahami zat apa yg paling diperlukan oleh tumbuhan yg sedang kita rawat. misalnya, tanaman yg baru tumbuh membutuhkan unsur nitrogen (N) yang lebih, sedangkan tanaman yg akan berbuah membutuhkan unsur kalium (K) yg lebih.

Sesudah kita memahami tujuan pemupukannya, baru dipengaruhi pupuk kompos mirip apa yang butuhkan. Pupuk kompos tidak seperti pupuk kimia sintetis, dimana zat hara yg terkandung pada pupuk sudah kentara komposisinya.

Pupuk kompos zat hara yg diperlukan tumbuhan tersedia pada komposisi yang pas. Komposisinya tergantung di bahan baku yang digunakan.

Meskipun begitu, kita bisa menghasilkan pupuk kompos menggunakan komposisi zat hara yang diadaptasi menggunakan kebutuhan. Kita mampu membuatnya menggunakan melakukan pendekatan bahan baku.

Setiap material organik memiliki kekhasan kandungan unsur-unsur. contohnya, jerami, hijauan serta kotoran ayam memiliki kandungan N yang besar. Nah, bahan-bahan tersebut mampu kita jadikan kompos yg kaya akan unsur N.

Baca juga:

Demikianlah sedikit dari saya mengenai pupuk kompos, semoga bermanfaat untuk kita semua, terimakasih sudah mampir kemari dan selalu mengikuti dan membaca artikel saya, jangan lupa untuk saran dan komentarnya. Wassalamualaikum. (bsc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed