oleh

Cara Merawat Pohon Bonsai Juniper Yang Sakit & Sekarat Super Mudah

Bennisobekti.Com – Cara Merawat Pohon Bonsai Juniper Yang Sakit & Sekarat Super Mudah, Assalamualaikum sahabat bonsai semuanya marilah kita mulai mencintai dan menjadwal perawatan bonsai kita dengan baik supaya tidak sakit dan mati.

Tentunya sayang sekali kan jika semua tanaman bonsai kita mati karena prihal kurang perawatan dan perhatian dari kita ini ya sahabat bonsai makanya silahkan baca dan cermati cara dalam merawat bonsai yang sakit berikut sampai selesai ya.

Deskripsi Singkat Merawat Pohon Bonsai Juniper

Untuk detail lebih mendalam, kita akan berbicara tentang pedoman tentang cara merawat pohon Juniper Bonsai yang sakit dan sekarat untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara menangani situasi semacam ini. Berikut adalah topik yang akan kami bahas:

Dasar-dasar tentang Cara Menumbuhkan Pohon Bonsai Juniper, Kesalahan Umum dalam Menumbuhkan Pohon Bonsai Juniper, Cara Menyelamatkan Pohon Bonsai Juniper yang Sakit, Penyakit Tanaman Bonsai dan Cara Mengobati Mereka.

Tips Memiliki Pohon Bonsai Sehat, Cara Menentukan Jika Pohon Bonsai Mati atau Tidak Aktif, Manfaat Menumbuhkan Pohon Bonsai Juniper.

Tutorial Video untuk Ditonton

1) Dasar-dasar tentang Cara Menumbuhkan Pohon Bonsai Juniper

Langkah pertama dalam menumbuhkan pohon Bonsai Juniper adalah untuk mendapatkan pohon; Anda dapat membeli pohon pra-bonsai yang akan dipangkas.

Cara lain untuk memperoleh pohon Bonsai Juniper adalah dengan menanam pohon Anda sendiri menggunakan biji atau stek. Faktor yang sangat penting dalam pembelian pohon bonsai adalah pilihan dari Juniper Bonsai yang menentukan apakah Anda ingin menanamnya di dalam ruangan atau di luar ruangan.

Jika Anda berhasil memperoleh pohon Juniper Bonsai Anda sendiri, langkah selanjutnya adalah mulai membentuk dan menata. Membentuk dan menata pohon bonsai adalah bagian yang paling menantang dalam menanam bonsai.

Karena di situlah kreativitas Anda akan diuji. Ada teknik penyulingan yang dapat digunakan untuk gaya dan bentuk bonsai dengan menggunakan teknik meninju dan pengkabelan.

Bagian penting dari menumbuhkan pohon Bonsai Juniper adalah perawatan dan pemeliharaan. Setiap spesies pohon bonsai memiliki pedoman perawatan khusus itulah sebabnya penting untuk memiliki penelitian tentang pohon bonsai yang dipilih.

Kesalahan Umum dalam Menumbuhkan Pohon Bonsai Juniper

Kesalahan 1: Overwatering dan Underwatering Jumlah air yang dibutuhkan pohon bonsai tergantung pada spesies pohon dan tanah yang ditanam. Karena pohon bonsai ditanam di sebuah tanaman kecil, ia tidak memiliki cadangan banyak dalam hal kadar air.

Jika tanah seperti tanah digunakan air tidak diserap dengan cepat itulah sebabnya ada kecenderungan bahwa pohon bonsai akan terendam air sementara ada juga jenis tanah yang dapat dengan mudah menahan air yang dapat menyebabkan overwatering.

Underwatering dapat membunuh pohon bonsai dalam beberapa hari sementara overwatering dapat membunuh pohon bonsai dalam beberapa minggu.

1.Tanda-tanda Underwatering

Batangnya memiliki lipatan kecil yang merupakan indikasi bahwa pohon bonsai mengerut, Tanah terasa keras dan kering terutama jika Anda akan menempelkan jari Anda ke tanah, Akarnya mencuat. Ini merupakan indikasi bahwa akar berusaha keluar untuk mencari air.

Ada banyak daun yang berubah warna (kuning dan coklat), Cabang-cabang kecil dapat menyusut dan batangnya terasa lunak, Pohon bonsai terlihat lelah dan tidak lagi semarak dan sehat.

Kesalahan  2: Lokasi Salah

Juniper Bonsai Tree adalah jenis bonsai luar ruangan yang membutuhkan banyak paparan sinar matahari. Jika Anda menempatkan pohon bonsai semacam ini di dalamnya dapat menyebabkan daun menguning dan pohon bonsai akhirnya akan mati.

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih tempat yang tepat seperti iklim setempat, spesies pohon dan waktu sepanjang tahun.

Kesalahan  3: Tidak Cukup Ringan

Pohon bonsai yang paling adalah pohon-pohon tropis. Itu artinya mereka membutuhkan banyak paparan cahaya. Jika Anda telah memutuskan untuk menanam peralatan cahaya di dalam ruangan sangat penting

Kesalahan  4: Jenis Tanah yang Salah dan Tidak Menggunakan Pupuk

Pohon-pohon bonsai ditanam dalam pot kecil yang membutuhkan drainase yang tepat itulah sebabnya tanah bonsai harus longgar dan muram. Sama seperti tanaman lain, pohon bonsai harus dibuahi untuk mendapatkan nutrisi yang tepat.

Dianjurkan untuk menyuburkan pohon setidaknya sekali setiap tiga minggu.

Kesalahan  5: Tidak Ada Kesabaran

Ada beberapa penanam bonsai yang mencoba mendesain ulang pohon bonsai mereka sering. Repotting dan pemangkasan harus dilakukan setahun sekali sehingga tidak akan membuat pohon bonsai stres.

Cara Menyelamatkan Pohon Bonsai Juniper yang Sakit

LANGKAH 1: Langkah pertama adalah meneliti secara seksama pohon bonsai secara fisik. Berikut beberapa gejala yang harus dicari jika tanaman bonsai sakit.

Daun layu atau kering, Bintik merah atau kuning di daun, Cabang Shrunken, Telur serangga terutama di bawah daun, Bintik-bintik keruh di batang pohon, Pertumbuhan Lambat, Hilangnya daun di luar musim,

LANGKAH 2: Pangkas Akar

Jika Anda tidak yakin masalahnya, rapikan akarnya. Buang semua daun yang terserang dan bersihkan sisa kotoran dari akar. Anda dapat dengan mudah menentukan apakah tanaman bonsai sakit melalui akar.

Akar bonsai yang sehat biasanya memiliki warna yang sama dengan batangnya. Jika Anda perhatikan warna akarnya berwarna hitam, kemungkinan besar pohon bonsai itu sakit.

Pilihan lain adalah mereproduksi pohon bonsai Anda untuk memasok pohon dengan tanah segar yang akan mendorong sistem akar kompak.

Dianjurkan untuk memanaskan kembali pohon Bonsai Juniper setidaknya sekali setiap dua tahun. Berikut adalah tips tentang cara menentukan apakah pohon Bonsai Juniper perlu direplikasi:

Tip  1 . Jika Anda telah memperhatikan bahwa akar sudah mulai berputar di sekitar pot maka itu berarti bahwa Anda perlu merepoting pohon bonsai Anda agar akarnya tidak akan tersumbat dan agar pohon tidak akan kelaparan.

Tip  2 . Yang terbaik adalah merepotasi pohon bonsai Anda di musim semi karena di sinilah pohon tidak berada di bawah tekanan untuk mendapatkan dan mempertahankan dedaunan.

Tip  3 . Dalam menanam kembali pohon bonsai Anda, Anda harus menyingkirkan semua tanah lama sebanyak yang Anda bisa untuk menghindari kontaminasi pada tanah baru.

Tip  4 . Memangkas akar yang panjang disarankan agar tidak tumbuh lebih besar dari pot dan memeriksa apakah ada akar yang sakit atau busuk.

LANGKAH 3: Temukan Pot Baru

Setelah memotong akar, cari pot baru untuk Bonsai Pohon Juniper Anda disarankan karena ada kemungkinan pot tua terkontaminasi dengan penyakit. Ukuran pot harus sebanding dengan ukuran pohon bonsai.

LANGKAH 4: Beri Makan Bonsai Anda

Beri makan Juniper Bonsai Tree Anda dengan lumut dan tanah yang diperkaya dengan nutrisi. Lumut akan melindungi pohon bonsai dari infestasi dan penyakit hama.

Juniper Bonsai lebih menyukai tanah yang memiliki kadar fosfor dan nitrogen rendah. Jangan gunakan tanah dari pot lama untuk menghindari kontaminasi.

LANGKAH 5: Penempatan yang Tepat

Tempatkan Juniper Bonsai Tree Anda di lokasi terpencil yang jauh dari tanaman lain untuk menghindari kontaminasi silang. Juga disarankan untuk tidak mengekspos kembali pohon bonsai ke lokasi yang sama karena mungkin terinfeksi dengan penyakit yang sama atau serangan hama lagi.

 Penyakit Tanaman Bonsai dan Cara Mengobatinya

a) Spotted Wooly Fuzz di Batang Daun

Jika ada bulu berbulu wol yang terlihat di batang dan daun maka kemungkinan besar pohon Juniper Bonsai penuh dengan jamur. Cara terbaik untuk menyingkirkan jamur adalah dengan mengaplikasikan sedikit alkohol gosok ke area yang terkena untuk mengatasi masalah.

Nama Hama Pada Pohon Bonsa & Tanaman Hias

Jika Anda melihat serangga, identifikasi spesies yang ada untuk mengetahui insektisida yang tepat untuk digunakan. Perawatan segera adalah menghilangkan serangga itu sendiri dari pohon bonsai untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Anthracnose

Jenis hama ini disebabkan oleh jamur yang dapat menyebar dengan mudah terutama dalam kondisi lembab. Daun yang matang lebih tahan terhadap serangan antraknosa.

Kutu daun

Hama ini biasanya terlihat pada batang baru atau di daun bagian bawah. Daun dan ranting yang lemah adalah tanda-tanda bahwa pohon bonsai penuh dengan kutu daun.

Bor

Jenis hama ini suka mengunyah jaringan hidup atau serat dari cabang-cabangnya. Jika tanpa perawatan pohon akan memiliki kerusakan internal yang tidak akan pernah sembuh sehingga perlu untuk hanya membakar pohon bonsai sehingga tidak akan merugikan pohon bonsai di dekatnya.

Ulat
Kebanyakan ulat bulu terlihat pada daun. Cara paling efektif untuk menyingkirkan ulat adalah dengan memindahkannya dengan tangan.

Semut

Semut semut mungkin merupakan gejala bahwa pohon bonsai tidak disiram dengan benar. Semut hanya akan menjadi masalah jika dalam jumlah besar.

Anda dapat dengan mudah menyingkirkan masalah ini dengan menyemprotkan air pada daun melalui penggunaan selang sehingga semut akan dibersihkan.

c) Akar Tidak Sehat

Akar yang lembek, basah, layu atau berwarna hitam adalah tanda bahwa pohon bonsai itu sakit. Gunakan gunting yang bersih untuk memotong akar seperti itu.

Hati-hati dalam memotong bagian akar ini untuk menghindari kontaminasi atau penyebaran penyakit lebih lanjut.

d) Bintik Merah, Berkuning dan Berwarna Cokelat di Daun

Ada berbagai alasan mengapa daun menguning. Alasan paling umum mengapa daun menguning adalah lapisan bawah laut, paparan dingin, stres dan kekurangan mineral di tanah.

Alasan lain mengapa perubahan warna yang ditemukan pada daun adalah tanda bahwa pohon bonsai penuh dengan jamur atau klorosis yang merupakan kekurangan klorofil.

e) Penyakit Scab atau Canker

Jika proses pemangkasan tidak dilakukan dengan benar, pohon bonsai mungkin menderita penyakit Canker. Beberapa gejala bahwa pohon bonsai menderita penyakit ini adalah pembengkakan kulit, pertumbuhan yang buruk, dan memudarnya warna daun.

Selain dari pemangkasan yang tidak tepat terlalu banyak tingkat nitrogen dan pemupukan yang tidak tepat dapat menyebabkan penyakit keropeng atau Canker. Setelah pemangkasan yang tepat dan metode pemupukan yang tepat akan secara efektif menghindari penyakit ini.

Tips Memiliki Pohon Bonsai Sehat

Pengairan

Setiap pohon bonsai membutuhkan teknik penyiraman khusus. Kebutuhan air akan tergantung pada beberapa faktor seperti waktu dalam setahun (jika musim panas atau musim dingin), sejumlah jam terkena sinar matahari, kondisi ukuran dan ukuran Bonsai Juniper.

Pedoman Penyiraman Pohon Bonsai Juniper Panduan  1 . Yang terbaik adalah menyirami pohon bonsai jika tanah menjadi sedikit kering. Gunakan jarimu untuk memeriksa tanah. Jika tanah kering sekitar 0,4 cm. maka itu adalah tanda bahwa pohon bonsai Anda haus.

Panduan  2 . Tidak disarankan menyiram pohon pada rutinitas. Periksa pohon bonsai secara individual jika perlu disiram.

Panduan  3 . Pilih tanah yang mempertahankan lebih banyak air terutama jika Anda tidak dapat menyiram pohon bonsai secara teratur. Hindari jenis tanah yang tidak dapat memberikan drainase yang baik.

Dan bertanggung jawab untuk membangun garam karena dapat menyebabkan akar membusuk.

Panduan 4 . Sirami tanaman tergantung pada paparan cahaya. Peningkatan paparan sinar matahari berarti peningkatan asupan air sementara penurunan paparan sinar matahari berarti penurunan asupan air.

Air Anda juga akan membutuhkan lebih banyak air selama musim panas.

Panduan 5 . Sirami pohon bonsai selama pagi hari agar asupan air akan dimanfaatkan dengan baik oleh pohon.

Tanah Bonsai dan Pupuk

Kualitas tanah secara langsung mempengaruhi kesehatan pohon. Penting untuk menggunakan campuran yang tepat untuk memastikan bahwa pohon bonsai akan menerima nutrisi yang tepat.

Seperti tanaman lain dengan baik memberi makan pohon bonsai dengan nutrisi penting untuk memiliki pertumbuhan yang sehat. Ini sangat ideal untuk memberi makan pohon bonsai dengan pupuk setiap 2-4 minggu selama musim tanam.

Kualitas Tanah yang Baik:

Tanah harus memiliki sifat retensi air yang mampu menampung cukup air yang cukup untuk memasok air ke tanaman bonsai. Tanah harus menyediakan aerasi yang baik.

Sehingga oksigen terdistribusi dengan baik dan memungkinkan celah kecil antara setiap partikel untuk penyerapan nutrisi yang tepat. Tanah harus dapat menguras kelebihan air segera dari pot untuk menghindari overwatering.

Pemangkasan

Pemangkasan sangat penting dalam menumbuhkan pohon bonsai untuk mempertahankan ukuran dan bentuknya. Ada dua jenis pemangkasan: pemeliharaan pemangkasan dan pemangkasan gaya.

Pemangkasan pemeliharaan adalah saat Anda menjaga pohon bonsai kecil yang mendorong pertumbuhan baru sementara pemangkasan gaya adalah tempat Anda dapat meningkatkan kualitas estetika pohon bonsai.

Langkah-langkah dalam Pemangkasan Pemeliharaan

Langkah 1 : Hati-hati mencabut daun-daun kering, gulma mati atau kayu mati dan membuangnya.

Langkah 2 : Pangkas cabang yang tersilang dan patah agar pohon bonsai langsung menerima sinar matahari.

Langkah 3 : Dianjurkan untuk hanya memiliki 3-4 simpul ranting untuk menjaga agar pohon tidak tumbuh terlalu besar dan juga mendorong pertumbuhan baru.

Langkah 4 : Yang terbaik adalah memangkas berat selama musim semi dan musim panas karena ini adalah musim di mana pohon tersebut aktif tumbuh.

Langkah-langkah dalam Pemangkasan Struktural dan Gaya

Langkah # 1 . Yang terbaik adalah memangkas struktur dan gaya dari November hingga Februari karena ini adalah musim dimana pohon bonsai tidak aktif sehingga tidak akan terlalu banyak kerusakan pada pohon bonsai.

Langkah # 2 . Potong lilitan atau belokan yang tidak alami yang menonjol atau tidak menyenangkan bagi mata. Untuk memiliki tampilan seimbang dari pohon, potong cabang tepat di atas simpul

Langkah # 3 . Hilangkan mahkota dan kanopi untuk memungkinkan sinar matahari menyaring dan mencapai cabang yang lebih rendah. Dengan menggunakan cabang, pemotong memangkas cabang-cabang yang tumbuh terlalu tinggi untuk memiliki sekitar dan menyeimbangkan pohon bonsai.

Langkah # 4 . Untuk membuat pohon bonsai yang lebih kompak, keluarkan seluruh jarum yang besar atau terlalu besar. Ini akan mendorong percabangan baru di pohon.

Merawat Juniper Bonsai Pohon Anda Setelah Pemangkasan

Langkah 1 : Untuk menghindari infestasi hama menutupi luka dengan pasta luka, itu akan secara efektif mengurangi terlalu banyak getah dari bocor keluar.

Langkah 2 : Setelah melakukan prosedur pemangkasan, penting untuk menyiram pohon bonsai untuk mendorong pertumbuhan baru dan agar lukanya akan sembuh lebih cepat.

Langkah 3 : Berikan pupuk setiap 2-3 minggu. Untuk pohon bonsai kecil, dianjurkan untuk menggunakan pupuk cair sedangkan untuk pohon bonsai besar menggunakan pupuk granular.

Pelatihan Pohon Bonsai

Melatih pohon bonsai melibatkan pembengkokan batang dan dahan lembut untuk menentukan tampilan pohon bonsai. Ada dua jenis pelatihan.

Beberapa dimaksudkan untuk menyerupai pohon asli di alam dan beberapa lebih bergaya tetapi ada banyak gaya bonsai untuk dipilih. Yang paling populer adalah Chokkan, Moyohgi, Shakan dan Bunjinji.

The Chokkan adalah tegak formal dari mana cabang membentang merata di sekitarnya. The Moyohgi adalah tegak informal dimana pohon bonsai memiliki kemiringan yang lebih alami daripada memiliki postur lurus ke atas.

Shakan berada dalam posisi miring yang terlihat tertiup angin dan mencolok sementara Bunjingi memiliki batang panjang dan bengkok dengan cabang minimal.

Penerangan

Pohon Juniper Bonsai membutuhkan sekitar 5-6 jam sinar matahari setiap hari. Tidak disarankan untuk menggunakan pencahayaan buatan karena tidak akan memberikan spektrum cahaya yang dibutuhkan agar pohon bonsai sepenuhnya berkembang.

Lokasi

Selama musim panas, musim semi dan musim gugur, pohon bonsai harus ditempatkan di luar tempat itu dapat menerima sinar matahari yang cukup.

Bayangan pagi dan sore adalah yang terbaik. Selama musim dingin, disarankan untuk menempatkan pohon bonsai di dalam ruangan di jendela sehingga pohon bonsai akan tetap menerima sinar matahari.

Cara Menentukan Jika Pohon Bonsai Mati atau Tertidur

Beberapa tanda-tanda dormansi mirip dengan tanda-tanda pohon bonsai mati itu sebabnya Anda perlu berhati-hati dalam menentukan apakah pohon bonsai masih hidup atau tidak aktif.

Ambillah sebilah pisau atau kuku dan dengan lembut goreskan kulit kayu kecil dari batang pohon. Jika warnanya hijau maka kemungkinan besar pohon bonsai masih hidup.

Tetapi jika warna batangnya berwarna coklat keabu-abuan atau gelap maka itu bisa menjadi pertanda bahwa pohon bonsai sedang menderita atau pohon sudah mati.

Pegang ranting dan dengan hati-hati membengkokkannya dengan tajam. Jika pohon bonsai hidup ranting akan bengkok dengan mudah menunjukkan lembab di dalamnya.

Jika pohon bonsai mati maka ranting akan patah bersih dengan sedikit tekanan dan tampak kering di dalam. Pohon Bonsai kurang aktif dalam kondisi cuaca ekstrim seperti suhu beku atau di musim dingin jadi jika pohon bonsai.

Manfaat Menumbuhkan Pohon Bonsai Juniper

Menumbuhkan Pohon Bonsai Juniper bisa menjadi penghilang stres. Kebanyakan penanam bonsai mempertimbangkan hobi yang indah.
Tumbuh Juniper Pohon Bonsai mengembangkan kesabaran.

Pohon bonsai membutuhkan penyiraman, pemangkasan, dan pemupukan yang tepat untuk tumbuh sehat. Tanaman bonsai dalam ruangan membantu memurnikan udara di dalam ruangan.

Tanaman bonsai dalam ruangan membantu melawan batuk kelelahan, tenggorokan dingin dan sakit. Tumbuh Juniper Bonsai pohon memberi Anda rasa pencapaian yang besar terutama jika Anda berhasil menumbuhkan pohon bonsai yang sehat.

Menumbuhkan pohon bonsai tidak semua tentang berkebun tetapi memberikan nilai terapeutik. Semua berkebun adalah pengalaman belajar yang berharga. Mengetahui beberapa prinsip tentang bonsai dapat meningkatkan apresiasi seseorang terhadap bonsai.

Baca juga:

Demikianlahn sedikit dari saya mengenai cara merawat pohon bonsai yang sekarat maupun mati semoga bermanfaat untukj kita semua, terimakasih sudah mampir kemari. Jangan lupa saran dan komentarnya.Wassalamualaikum.Wr.Wb.( bsc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed