oleh

Proses Perawatan & Pemeliharaan Bonsai Santigi Agar Tetap Terjaga

bennisobekti.com – Proses Perawatan & Pemeliharaan Bonsai Santigi Agar Tetap Terjaga, Assalamualaikum sobat bonsai, oke siang yang cerah ini saya akan melnjutkan artikel saya mengenai perawatan bonsai santigi.

Bonsai santigi  sudah saya ulas mengenai harga santigi yang tinggi dan proses pembuatan bonsai santiginya yang menawan dan indah.

Baca juga:  Membuat Bonsai Bunga Asoka & 5 Khasiatnya Bagi Tubuh

Proses Perawatan & Pemeliharaan Bonsai Santigi Agar Tetap Terjaga
Proses Perawatan & Pemeliharaan Bonsai Santigi Agar Tetap Terjaga

Klasifikasi Bonsai Santigi

Oke langsung saja mengenai bonsai santigi sudah tidak asing lagi di kalangan pencinta bonsai yang satu ini, tanaman santigi banyak kita temui di daerah kitaran pantai dan laut. Baiklah simak terus dan baca sampai habis ya cara perawatan santigi berikut.

Jika Anda ingin membuat bonsai santigi yg berkualitas, tentunya tak relatif hanya dengan menunggu saja. Akan tetapi Anda pula harus memberikan perawatan yang maksimal terhadap tanam Anda tadi.

Teknik Perawatan

1. Pemangkasan

Melakukan pemangkasan rutin, mampu menggunakan mencabut daun-daun yg telah menguning. Selain pemangkasa pada dahan pemangkasan di bagian akar juga harus lakukan. Hal ini bertujuan mirip halnya yg telah dijelaskan diatas.

2. Mengubah Media Tanam
Menganti media tanam atau repoting, Anda perlu mengubah media tanam atau repoting di bonsai santigi Anda minimal 1 tahun sekali.

Hal ini dilakukan agar pertumbuhan permanen terjaga kesuburannya.

Baca juga: Bonsai Lohansung Elegan & Harga Fantastis

Proses Perawatan & Pemeliharaan Bonsai Santigi Agar Tetap Terjaga
Proses Perawatan & Pemeliharaan Bonsai Santigi Agar Tetap Terjaga

 

3. Pemupukan

Buat menerima bonsai yg berkualitas cantik, Anda jua perlu menyampaikan nutrisi tambahan atau obat perangsang di tumbuhan Anda.sang sebab itu, perlu dilakukan pemupukan secara terencana dengan kadar yang diadaptasi.

Pemupukan ini jua sangat krusial buat membantu merangsang pertumbuhan dahan dan daun. tapi, proses pemupukan tidak mampu dilakukan secara rutin serta terus menerus.

Sebab hal ini mampu menyebabkan akar bonsai santigi menjadi rusak serta tentu akan menghambat pertumbuhannya.Anda mampu mengunakan jenis pupuk kandang atau bisa juga menggunakan pupuk kimia yang mengandung senyawa nitrogen, fosfor, kalium, belerang, dan pula magnesium seimbang.

Proses Perawatan & Pemeliharaan Bonsai Santigi Agar Tetap Terjaga
Proses Perawatan & Pemeliharaan Bonsai Santigi Agar Tetap Terjaga

4. Penyiraman

Anda juga wajib memperhatikan tingkat kelembaban media tanam. Jangan sampai terlalu lembab sebagai akibatnya akan mengakibatkan akar tanaman sebagai busuk serta tewas.

tumbuhan yg mirip menggunakan cemara ini bukanlah tipe tumbuhan yg membutuhkan kadar air yang poly. Sehingga proses penyiraman tanaman bonsai santigi sebaiknya Anda lakukan cukup 2 hari sekali.

5. Pencegahan Hama & Penyakit

Proses perawatan terakhir yg perlu Anda lakukan adalah pencegahan hama dan penyakit. Meskipun tanaman santigi ini termasuk tumbuhan yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Tapi usahakan Anda perlu melakukan tindakan pencegahan agar tumbuhan Anda terhindar berasal gangguan hana penyakit. Maka dari itu, Anda perlu melakukan penyemprotan menggunakan menggunakan fungisida yang bisa dicampur menggunakan insektisida.

Proses Perawatan & Pemeliharaan Bonsai Santigi Agar Tetap Terjaga
Proses Perawatan & Pemeliharaan Bonsai Santigi Agar Tetap Terjaga

Baca juga: Pupuk Yang Baik Bagi Pohon Bonsai

Nah bro itulah sedikit dari saya mengenai perawatan tanaman bonsai santigi supaya tetap terawat dengan baik, semoga dapat menjadi referensi dan semoga bermanfaat, pantengin dan ikuti terus bennisobekti.com ya bro. Wassalamualaikum.Wr.Wb. ( bsc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

    1. Selamat pagi pak maaf baru sempat balas ini pak terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel saya pak semoga saja ini bisa membantu pak, coba saja ini pak untuk menggunakan campuran pupuk kandang kambing, humus hutan, guano, tembakau, kapur, dan arang sekam.

      Jadi kotoran kambing yang difermentasi bersama semua bahan lainnya dengan cara didiamkan dalam keadaan tertutup selama 3 hari pak. Dengan mencampurkan di lantai atau tempat di terpal yang penting datar pak dan diusahakan jangan ada serangga yang bersarang, lalu menutupnya dengan terpal, dan membolak-baliknya sehari sekali.

      Biarkan kotoran kambing utuh difermentasi ya jangan digiling pak, bila digiling biasanya akan menjadi sangat asam, Ternyata pupuk organik ini juga bisa membuat bonsai lain seperti asam, cemara, waru, jeruk kingkit melonjak pertumbuhan vegetatifnya low pak.

      Juga cocok untuk bromelia, philodendron, anthurium, dan lainnya. Dengan terpacunya pertumbuhan vegetatif bonsai, maka ramuan ini menghemat lamanya periode los (masa pembesaran cabang dengan dibiarkan tumbuh tanpa pangkas, red).

      Di dalam media terkandung unsur makro dan mikro lengkap pak. Contohnya N, P, K, Ca, Mg, dan Na. Kotoran kambing memasok N, P, dan K. Sedangkan arang sekam penyedia Mg, Ca, K, dan penyeimbang pH (derajat keasaman). Humus hutan kaya N, tembakau mengandung K, Mg, dan Zn. Sedangkan guano kaya mikroorganisme pengurai, P, dan N. Kapur ditambahkan sebagai penetralisir pH sekaligus penyedia Ca Pak.

      Unsur kimia juga menunjukkan pupuk organik itu memiliki kapasitas tukar kation (KTK) tinggi, 54,8 me/100 g pada pH 7. Kapasitas tukar kation menggambarkan kemampuan bahan organik menahan dan mempertukarkan kation-kation dalam tanah.

      Kian tinggi KTK media tanam atau pupuk organik, semakin tinggi pula kemampuannya memegang hara, menjaga kestabilan pH, dan memegang air pak.
      semoga saja bisa membantu pak salam bonsai Indonesia. semoga bermanfaat terimakasih

News Feed